.

KRITERIA KECEMASAN ATLET/OLAHRAGA

Posted by Berman HS Selasa, 06 Mei 2014 0 komentar
KRITERIA KECEMASAN SEBELUM BERTANDING
KRITERIA KECEMASAN OLAHRAGA
KECEMASAN ATLET SEBELUM BERTANDING
http://www.appsgeyser.com/widgetdownload.php?widget=Game+Karate

Jual Buku Karate
Menjual Buku Karate
Menjual Buku Beladiri
Menjual Buku Olahraga Beladiri Karate
Norma Karate
Norma Pukulan Karate
Norma Tendangan Karate
Norma Maegeri, mawashi geri
Norma gyaku dan kizhame
Norma gyaku tsuki 
Norma Kizhame Tzuki
Norma Keterampilan Karate
Norma Steping karate
Cara Membuat program latihan karate
Cara membuat butir-butir angket kecemasan atlet/olahraga
latihan psikologi untuk atlet karate
latihan visualisasi untuk atlet karate
latihan relaksasi untuk atlet karate 
Buku Teknik-Taktik dan strategi Karate
Buku Psikologi Karate 
Buku Melatih Strategi Kumite Karate
Buku Melatih Teknik Taktik Kumite 
Kriteria Karate
Kriteria Tendangan Karate
Kriteria Pukulan Karate
Kriteria Maegeri Karate
Kriteria Mawashi Geri Karate
Kriteria Gyaku Tsuki
Kriteria Kizame Tsuki
Buku Kriteria Gyaku Tsuki  dan Kizami Tsuki

Semuanya ada di Buku Ini




Sinopsis

Pencapaian suatu prestasi memerlukan proses latihan yang panjang, teratur, terarah dan berkesinambungan. Dimulai dengan menemukan bibit atlet berbakat dalam hal ini adalah atlet karate dan kemudian dibina melalui latihan yang teratur, terarah, terencana dan dengan penguasaan aspek fisik teknik, taktik, dan mental. Untuk melahirkan seorang juara tidak dapat terlepas dari peran seorang pelatih. Atlet yang berbakat sejak lahir atau pembawaan merupakan modal dasar lahirnya seorang juara, namun atlet tidaklah cukup hanya bermodalkan bakat, akan tetapi bantuan dari pelatih-pelatih yang menguasai berbagai disiplin ilmu mutlak diperlukan. Pelatih yang baik adalah pelatih yang dapat memahami dan mengerti situasi dan kondisi dilapangan dan dalam melakukan proses melatih seorang pelatih sebaiknya menguasai ilmu kepelatihan tentang cabang olahraga yang digelutinya. Berdasarkan kenyataan di lapangan banyak ditemui pelatih karate yang sebagian dari mereka tidak mendalami ilmu kepelatihan cabang olahraga karate, hanya dengan modal pengalamannya sebagai mantan atlet, tetapi dapat membawa atletnya menjadi juara.
                   Namun terdapat juga pelatih yang mempunyai atau telah menempuh pendidikan formal ilmu kepelatihan tidak dapat menjadikan atletnya untuk meraih prestasi yang maksimal. Secara umum masih banyak pelatih maupun karateka yang beranggapan bahwa prestasi yang tinggi dapat dicapai apabila seorang karateka giat berlatih secara terus menerus. Kadang pelatih hanya memperhatikan pembinaan fisik dan keterampilannya semata dengan mengesampingkan atau kurang memberikan perhatian khusus terhadap hal-hal yang menyangkut aspek lain, seperti; aspek Anatomi dan Fisiologi, aspek bakat dan keturunan, aspek antropologi, aspek mental dan psikologi, dan aspek lainnya sehingga mengakibatkan kurang optimalnya penampilan karateka  dalam suatu pertandingan. Artinya pelatih yang berbakat tidak hanyak menguasai ilmu melatih fisik, teknik, taktik, dan strategi saja tetapi harus juga menguasai ilmu-ilmu yang mendukung dalam menaikkan prestasi puncak atle. Disamping itu juga pelatih harus benar-benar memahami dan mengerti teknik-teknik dasar karate sampai hal terkecil agar atlet yang kita latih tidak salah dasar karena jika salah dasar maka selanjutnya atlet akan salah sehingga akan sulit mencapai prestasi puncaknya. Dari kenyataannya juga di dalam lapangan, pelatih juga tidak paham akan pentingnya program latihan dengan menyusun program latihan, latihan akan maksimal karena sudah di rancang sebelumnya, karena latihan tidak asal-asalan, tidak asal jadi. Sehingga tidak heran lagi, sewaktu latihan para pelatih tidak memiliki program latihan yang tertulis. Dan banyak lagi kelemahan-kelemahan yang ditemukan dilapangan sewaktu melatih seperti misalnya; nama-nama gerakan atau dasar-dasar karate (Jepang) dan apa itu tugas, peran, dan fungsi pelatih.
                   Sehingga penulis membagi-bagikannya ke dalam BAB per BAB agar mudah di baca oleh. Pada BAB I di ceritakan apa itu karate, sejarah karate dan sejarahnya sampai ada di Indonesia, dasar-dasar tehnik karate, peraturan pertandingan kata dan kumite,  prinsip karate, berbagai tehnik dan metode melatih fisik, kelincahan, dan kecepatan pukulan, tendangan, dan kumite, serta norma-normanya. Pada BAB II di jelaskan mengenai pengertian pelatih, falsafah, tugas, peran, kepribadian pelatih, dan gaya-gaya pelatih, dan di jelaskan secara singkat ilmu-ilmu yang mendukung seorang pelatih, seperti; ilmu Anatomi, ilmu Antropologi Olahraga, ilmu Psikologi Olahrga, ilmu Gizi, dan ilmu Faal. Pada BAB III akan dijelaskan secara mendeteil apa-apa saja ilmu-ilmu yang mendukung seorang pelatih itu artinya pelatih akan tidak berprestasi jika hanya menguasai tehnik-taktik dan strategi saja tetapi perlu juga ilmu-ilmu lain yang mendukung kesana ditambah dengan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pelatih. Pada BAB IV dijelaskan bagaimana memilih bibit atlet, menyusun program latihan mulai dari sebelum pemanasan sampai dengan Evaluasi, dan ditambah dengan latihan-latihan yang bisa dilakukan dirumah. Pada BAB V dijelaskan bagaimana latihan relaksasi dan visualisasi itu, dan motivasi-motivasi bagi atlet dan pelatih ditambah dengan ilmu-ilmu umum yang perlu di ketahui oleh pelatih dan atlet maupun oleh pembaca.



Sumber: http://tokohbook.blogspot.com/2014/04/buku-karate.html

Baca Selengkapnya ....

Kriteria Stepping Karate

Posted by Berman HS Minggu, 04 Mei 2014 0 komentar


Jual Buku Karate
Menjual Buku Karate
Menjual Buku Beladiri
Menjual Buku Olahraga Beladiri Karate
Norma Karate
Norma Pukulan Karate
Norma Tendangan Karate
Norma Maegeri, mawashi geri
Norma gyaku dan kizhame
Norma gyaku tsuki 
Norma Kizhame Tzuki
Norma Keterampilan Karate
Norma Steping karate
Cara Membuat program latihan karate
Cara membuat butir-butir angket kecemasan atlet/olahraga
latihan psikologi untuk atlet karate
latihan visualisasi untuk atlet karate
latihan relaksasi untuk atlet karate 
Buku Teknik-Taktik dan strategi Karate
Buku Psikologi Karate 
Buku Melatih Strategi Kumite Karate
Buku Melatih Teknik Taktik Kumite 
Kriteria Karate
Kriteria Tendangan Karate
Kriteria Pukulan Karate
Kriteria Maegeri Karate
Kriteria Mawashi Geri Karate
Kriteria Gyaku Tsuki
Kriteria Kezami Tsuki
Buku Kriteria Gyaku Tsuki  dan Kizame Tsuki

Semuanya ada di Buku Ini




Sinopsis

Pencapaian suatu prestasi memerlukan proses latihan yang panjang, teratur, terarah dan berkesinambungan. Dimulai dengan menemukan bibit atlet berbakat dalam hal ini adalah atlet karate dan kemudian dibina melalui latihan yang teratur, terarah, terencana dan dengan penguasaan aspek fisik teknik, taktik, dan mental. Untuk melahirkan seorang juara tidak dapat terlepas dari peran seorang pelatih. Atlet yang berbakat sejak lahir atau pembawaan merupakan modal dasar lahirnya seorang juara, namun atlet tidaklah cukup hanya bermodalkan bakat, akan tetapi bantuan dari pelatih-pelatih yang menguasai berbagai disiplin ilmu mutlak diperlukan. Pelatih yang baik adalah pelatih yang dapat memahami dan mengerti situasi dan kondisi dilapangan dan dalam melakukan proses melatih seorang pelatih sebaiknya menguasai ilmu kepelatihan tentang cabang olahraga yang digelutinya. Berdasarkan kenyataan di lapangan banyak ditemui pelatih karate yang sebagian dari mereka tidak mendalami ilmu kepelatihan cabang olahraga karate, hanya dengan modal pengalamannya sebagai mantan atlet, tetapi dapat membawa atletnya menjadi juara.
                   Namun terdapat juga pelatih yang mempunyai atau telah menempuh pendidikan formal ilmu kepelatihan tidak dapat menjadikan atletnya untuk meraih prestasi yang maksimal. Secara umum masih banyak pelatih maupun karateka yang beranggapan bahwa prestasi yang tinggi dapat dicapai apabila seorang karateka giat berlatih secara terus menerus. Kadang pelatih hanya memperhatikan pembinaan fisik dan keterampilannya semata dengan mengesampingkan atau kurang memberikan perhatian khusus terhadap hal-hal yang menyangkut aspek lain, seperti; aspek Anatomi dan Fisiologi, aspek bakat dan keturunan, aspek antropologi, aspek mental dan psikologi, dan aspek lainnya sehingga mengakibatkan kurang optimalnya penampilan karateka  dalam suatu pertandingan. Artinya pelatih yang berbakat tidak hanyak menguasai ilmu melatih fisik, teknik, taktik, dan strategi saja tetapi harus juga menguasai ilmu-ilmu yang mendukung dalam menaikkan prestasi puncak atle. Disamping itu juga pelatih harus benar-benar memahami dan mengerti teknik-teknik dasar karate sampai hal terkecil agar atlet yang kita latih tidak salah dasar karena jika salah dasar maka selanjutnya atlet akan salah sehingga akan sulit mencapai prestasi puncaknya. Dari kenyataannya juga di dalam lapangan, pelatih juga tidak paham akan pentingnya program latihan dengan menyusun program latihan, latihan akan maksimal karena sudah di rancang sebelumnya, karena latihan tidak asal-asalan, tidak asal jadi. Sehingga tidak heran lagi, sewaktu latihan para pelatih tidak memiliki program latihan yang tertulis. Dan banyak lagi kelemahan-kelemahan yang ditemukan dilapangan sewaktu melatih seperti misalnya; nama-nama gerakan atau dasar-dasar karate (Jepang) dan apa itu tugas, peran, dan fungsi pelatih.
                   Sehingga penulis membagi-bagikannya ke dalam BAB per BAB agar mudah di baca oleh. Pada BAB I di ceritakan apa itu karate, sejarah karate dan sejarahnya sampai ada di Indonesia, dasar-dasar tehnik karate, peraturan pertandingan kata dan kumite,  prinsip karate, berbagai tehnik dan metode melatih fisik, kelincahan, dan kecepatan pukulan, tendangan, dan kumite, serta norma-normanya. Pada BAB II di jelaskan mengenai pengertian pelatih, falsafah, tugas, peran, kepribadian pelatih, dan gaya-gaya pelatih, dan di jelaskan secara singkat ilmu-ilmu yang mendukung seorang pelatih, seperti; ilmu Anatomi, ilmu Antropologi Olahraga, ilmu Psikologi Olahrga, ilmu Gizi, dan ilmu Faal. Pada BAB III akan dijelaskan secara mendeteil apa-apa saja ilmu-ilmu yang mendukung seorang pelatih itu artinya pelatih akan tidak berprestasi jika hanya menguasai tehnik-taktik dan strategi saja tetapi perlu juga ilmu-ilmu lain yang mendukung kesana ditambah dengan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pelatih. Pada BAB IV dijelaskan bagaimana memilih bibit atlet, menyusun program latihan mulai dari sebelum pemanasan sampai dengan Evaluasi, dan ditambah dengan latihan-latihan yang bisa dilakukan dirumah. Pada BAB V dijelaskan bagaimana latihan relaksasi dan visualisasi itu, dan motivasi-motivasi bagi atlet dan pelatih ditambah dengan ilmu-ilmu umum yang perlu di ketahui oleh pelatih dan atlet maupun oleh pembaca.



Sumber: http://tokohbook.blogspot.com/2014/04/buku-karate.html

Baca Selengkapnya ....

Kriteria Keterampilan Karate

Posted by Berman HS 0 komentar


Jual Buku Karate
Menjual Buku Karate
Menjual Buku Beladiri
Menjual Buku Olahraga Beladiri Karate
Norma Karate
Norma Pukulan Karate
Norma Tendangan Karate
Norma Maegeri, mawashi geri
Norma gyaku dan kizhame
Norma gyaku tsuki 
Norma Kizhame Tzuki
Norma Keterampilan Karate
Norma Steping karate
Cara Membuat program latihan karate
Cara membuat butir-butir angket kecemasan atlet/olahraga
latihan psikologi untuk atlet karate
latihan visualisasi untuk atlet karate
latihan relaksasi untuk atlet karate 
Buku Teknik-Taktik dan strategi Karate
Buku Psikologi Karate 
Buku Melatih Strategi Kumite Karate
Buku Melatih Teknik Taktik Kumite 
Kriteria Karate
Kriteria Tendangan Karate
Kriteria Pukulan Karate
Kriteria Maegeri Karate
Kriteria Mawashi Geri Karate
Kriteria Gyaku Tsuki
Kriteria Kizhame Tsuki
Buku Kriteria Gyaku Tsuki  dan Kizhame Tsuki

Semuanya ada di Buku Ini




Sinopsis

Pencapaian suatu prestasi memerlukan proses latihan yang panjang, teratur, terarah dan berkesinambungan. Dimulai dengan menemukan bibit atlet berbakat dalam hal ini adalah atlet karate dan kemudian dibina melalui latihan yang teratur, terarah, terencana dan dengan penguasaan aspek fisik teknik, taktik, dan mental. Untuk melahirkan seorang juara tidak dapat terlepas dari peran seorang pelatih. Atlet yang berbakat sejak lahir atau pembawaan merupakan modal dasar lahirnya seorang juara, namun atlet tidaklah cukup hanya bermodalkan bakat, akan tetapi bantuan dari pelatih-pelatih yang menguasai berbagai disiplin ilmu mutlak diperlukan. Pelatih yang baik adalah pelatih yang dapat memahami dan mengerti situasi dan kondisi dilapangan dan dalam melakukan proses melatih seorang pelatih sebaiknya menguasai ilmu kepelatihan tentang cabang olahraga yang digelutinya. Berdasarkan kenyataan di lapangan banyak ditemui pelatih karate yang sebagian dari mereka tidak mendalami ilmu kepelatihan cabang olahraga karate, hanya dengan modal pengalamannya sebagai mantan atlet, tetapi dapat membawa atletnya menjadi juara.
                   Namun terdapat juga pelatih yang mempunyai atau telah menempuh pendidikan formal ilmu kepelatihan tidak dapat menjadikan atletnya untuk meraih prestasi yang maksimal. Secara umum masih banyak pelatih maupun karateka yang beranggapan bahwa prestasi yang tinggi dapat dicapai apabila seorang karateka giat berlatih secara terus menerus. Kadang pelatih hanya memperhatikan pembinaan fisik dan keterampilannya semata dengan mengesampingkan atau kurang memberikan perhatian khusus terhadap hal-hal yang menyangkut aspek lain, seperti; aspek Anatomi dan Fisiologi, aspek bakat dan keturunan, aspek antropologi, aspek mental dan psikologi, dan aspek lainnya sehingga mengakibatkan kurang optimalnya penampilan karateka  dalam suatu pertandingan. Artinya pelatih yang berbakat tidak hanyak menguasai ilmu melatih fisik, teknik, taktik, dan strategi saja tetapi harus juga menguasai ilmu-ilmu yang mendukung dalam menaikkan prestasi puncak atle. Disamping itu juga pelatih harus benar-benar memahami dan mengerti teknik-teknik dasar karate sampai hal terkecil agar atlet yang kita latih tidak salah dasar karena jika salah dasar maka selanjutnya atlet akan salah sehingga akan sulit mencapai prestasi puncaknya. Dari kenyataannya juga di dalam lapangan, pelatih juga tidak paham akan pentingnya program latihan dengan menyusun program latihan, latihan akan maksimal karena sudah di rancang sebelumnya, karena latihan tidak asal-asalan, tidak asal jadi. Sehingga tidak heran lagi, sewaktu latihan para pelatih tidak memiliki program latihan yang tertulis. Dan banyak lagi kelemahan-kelemahan yang ditemukan dilapangan sewaktu melatih seperti misalnya; nama-nama gerakan atau dasar-dasar karate (Jepang) dan apa itu tugas, peran, dan fungsi pelatih.
                   Sehingga penulis membagi-bagikannya ke dalam BAB per BAB agar mudah di baca oleh. Pada BAB I di ceritakan apa itu karate, sejarah karate dan sejarahnya sampai ada di Indonesia, dasar-dasar tehnik karate, peraturan pertandingan kata dan kumite,  prinsip karate, berbagai tehnik dan metode melatih fisik, kelincahan, dan kecepatan pukulan, tendangan, dan kumite, serta norma-normanya. Pada BAB II di jelaskan mengenai pengertian pelatih, falsafah, tugas, peran, kepribadian pelatih, dan gaya-gaya pelatih, dan di jelaskan secara singkat ilmu-ilmu yang mendukung seorang pelatih, seperti; ilmu Anatomi, ilmu Antropologi Olahraga, ilmu Psikologi Olahrga, ilmu Gizi, dan ilmu Faal. Pada BAB III akan dijelaskan secara mendeteil apa-apa saja ilmu-ilmu yang mendukung seorang pelatih itu artinya pelatih akan tidak berprestasi jika hanya menguasai tehnik-taktik dan strategi saja tetapi perlu juga ilmu-ilmu lain yang mendukung kesana ditambah dengan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pelatih. Pada BAB IV dijelaskan bagaimana memilih bibit atlet, menyusun program latihan mulai dari sebelum pemanasan sampai dengan Evaluasi, dan ditambah dengan latihan-latihan yang bisa dilakukan dirumah. Pada BAB V dijelaskan bagaimana latihan relaksasi dan visualisasi itu, dan motivasi-motivasi bagi atlet dan pelatih ditambah dengan ilmu-ilmu umum yang perlu di ketahui oleh pelatih dan atlet maupun oleh pembaca.



Sumber: http://tokohbook.blogspot.com/2014/04/buku-karate.html

Baca Selengkapnya ....

Buku Melatih Teknik Taktik Kumite

Posted by Berman HS 0 komentar


Jual Buku Karate
Menjual Buku Karate
Menjual Buku Beladiri
Menjual Buku Olahraga Beladiri Karate
Norma Karate
Norma Pukulan Karate
Norma Tendangan Karate
Norma Maegeri, mawashi geri
Norma gyaku dan kizame
Norma gyaku tsuki 
Norma Kizami Tzuki
Norma Keterampilan Karate
Norma Steping karate
Cara Membuat program latihan karate
Cara membuat butir-butir angket kecemasan atlet/olahraga
latihan psikologi untuk atlet karate
latihan visualisasi untuk atlet karate
latihan relaksasi untuk atlet karate 
Buku Teknik-Taktik dan strategi Karate
Buku Psikologi Karate 
Buku Melatih Strategi Kumite Karate
Buku Melatih Teknik Taktik Kumite 
Kriteria Karate
Kriteria Tendangan Karate
Kriteria Pukulan Karate
Kriteria Maegeri Karate
Kriteria Mawashi Geri Karate
Kriteria Gyaku Tsuki
Kriteria Kizhame Tsuki
Buku Kriteria Gyaku Tsuki  dan Kizhame Tsuki

Semuanya ada di Buku Ini




Sinopsis

Pencapaian suatu prestasi memerlukan proses latihan yang panjang, teratur, terarah dan berkesinambungan. Dimulai dengan menemukan bibit atlet berbakat dalam hal ini adalah atlet karate dan kemudian dibina melalui latihan yang teratur, terarah, terencana dan dengan penguasaan aspek fisik teknik, taktik, dan mental. Untuk melahirkan seorang juara tidak dapat terlepas dari peran seorang pelatih. Atlet yang berbakat sejak lahir atau pembawaan merupakan modal dasar lahirnya seorang juara, namun atlet tidaklah cukup hanya bermodalkan bakat, akan tetapi bantuan dari pelatih-pelatih yang menguasai berbagai disiplin ilmu mutlak diperlukan. Pelatih yang baik adalah pelatih yang dapat memahami dan mengerti situasi dan kondisi dilapangan dan dalam melakukan proses melatih seorang pelatih sebaiknya menguasai ilmu kepelatihan tentang cabang olahraga yang digelutinya. Berdasarkan kenyataan di lapangan banyak ditemui pelatih karate yang sebagian dari mereka tidak mendalami ilmu kepelatihan cabang olahraga karate, hanya dengan modal pengalamannya sebagai mantan atlet, tetapi dapat membawa atletnya menjadi juara.
                   Namun terdapat juga pelatih yang mempunyai atau telah menempuh pendidikan formal ilmu kepelatihan tidak dapat menjadikan atletnya untuk meraih prestasi yang maksimal. Secara umum masih banyak pelatih maupun karateka yang beranggapan bahwa prestasi yang tinggi dapat dicapai apabila seorang karateka giat berlatih secara terus menerus. Kadang pelatih hanya memperhatikan pembinaan fisik dan keterampilannya semata dengan mengesampingkan atau kurang memberikan perhatian khusus terhadap hal-hal yang menyangkut aspek lain, seperti; aspek Anatomi dan Fisiologi, aspek bakat dan keturunan, aspek antropologi, aspek mental dan psikologi, dan aspek lainnya sehingga mengakibatkan kurang optimalnya penampilan karateka  dalam suatu pertandingan. Artinya pelatih yang berbakat tidak hanyak menguasai ilmu melatih fisik, teknik, taktik, dan strategi saja tetapi harus juga menguasai ilmu-ilmu yang mendukung dalam menaikkan prestasi puncak atle. Disamping itu juga pelatih harus benar-benar memahami dan mengerti teknik-teknik dasar karate sampai hal terkecil agar atlet yang kita latih tidak salah dasar karena jika salah dasar maka selanjutnya atlet akan salah sehingga akan sulit mencapai prestasi puncaknya. Dari kenyataannya juga di dalam lapangan, pelatih juga tidak paham akan pentingnya program latihan dengan menyusun program latihan, latihan akan maksimal karena sudah di rancang sebelumnya, karena latihan tidak asal-asalan, tidak asal jadi. Sehingga tidak heran lagi, sewaktu latihan para pelatih tidak memiliki program latihan yang tertulis. Dan banyak lagi kelemahan-kelemahan yang ditemukan dilapangan sewaktu melatih seperti misalnya; nama-nama gerakan atau dasar-dasar karate (Jepang) dan apa itu tugas, peran, dan fungsi pelatih.
                   Sehingga penulis membagi-bagikannya ke dalam BAB per BAB agar mudah di baca oleh. Pada BAB I di ceritakan apa itu karate, sejarah karate dan sejarahnya sampai ada di Indonesia, dasar-dasar tehnik karate, peraturan pertandingan kata dan kumite,  prinsip karate, berbagai tehnik dan metode melatih fisik, kelincahan, dan kecepatan pukulan, tendangan, dan kumite, serta norma-normanya. Pada BAB II di jelaskan mengenai pengertian pelatih, falsafah, tugas, peran, kepribadian pelatih, dan gaya-gaya pelatih, dan di jelaskan secara singkat ilmu-ilmu yang mendukung seorang pelatih, seperti; ilmu Anatomi, ilmu Antropologi Olahraga, ilmu Psikologi Olahrga, ilmu Gizi, dan ilmu Faal. Pada BAB III akan dijelaskan secara mendeteil apa-apa saja ilmu-ilmu yang mendukung seorang pelatih itu artinya pelatih akan tidak berprestasi jika hanya menguasai tehnik-taktik dan strategi saja tetapi perlu juga ilmu-ilmu lain yang mendukung kesana ditambah dengan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pelatih. Pada BAB IV dijelaskan bagaimana memilih bibit atlet, menyusun program latihan mulai dari sebelum pemanasan sampai dengan Evaluasi, dan ditambah dengan latihan-latihan yang bisa dilakukan dirumah. Pada BAB V dijelaskan bagaimana latihan relaksasi dan visualisasi itu, dan motivasi-motivasi bagi atlet dan pelatih ditambah dengan ilmu-ilmu umum yang perlu di ketahui oleh pelatih dan atlet maupun oleh pembaca.



Sumber: http://tokohbook.blogspot.com/2014/04/buku-karate.html

Baca Selengkapnya ....

Kriteria Maegeri dan Mawashi Geri Karate

Posted by Berman HS 0 komentar


Jual Buku Karate
Menjual Buku Karate
Menjual Buku Beladiri
Menjual Buku Olahraga Beladiri Karate
Norma Karate
Norma Pukulan Karate
Norma Tendangan Karate
Norma Maegeri, mawashi geri
Norma gyaku dan kizhame
Norma gyaku tsuki 
Norma Kizhame Tzuki
Norma Keterampilan Karate
Norma Steping karate
Cara Membuat program latihan karate
Cara membuat butir-butir angket kecemasan atlet/olahraga
latihan psikologi untuk atlet karate
latihan visualisasi untuk atlet karate
latihan relaksasi untuk atlet karate 
Buku Teknik-Taktik dan strategi Karate
Buku Psikologi Karate 
Buku Melatih Strategi Kumite Karate
Buku Melatih Teknik Taktik Kumite 
Kriteria Karate
Kriteria Tendangan Karate
Kriteria Pukulan Karate
Kriteria Maegeri Karate
Kriteria Mawashi Geri Karate
Kriteria Gyaku Tsuki
Kriteria Kizhame Tsuki
Buku Kriteria Gyaku Tsuki  dan Kizhame Tsuki

Semuanya ada di Buku Ini




Sinopsis

Pencapaian suatu prestasi memerlukan proses latihan yang panjang, teratur, terarah dan berkesinambungan. Dimulai dengan menemukan bibit atlet berbakat dalam hal ini adalah atlet karate dan kemudian dibina melalui latihan yang teratur, terarah, terencana dan dengan penguasaan aspek fisik teknik, taktik, dan mental. Untuk melahirkan seorang juara tidak dapat terlepas dari peran seorang pelatih. Atlet yang berbakat sejak lahir atau pembawaan merupakan modal dasar lahirnya seorang juara, namun atlet tidaklah cukup hanya bermodalkan bakat, akan tetapi bantuan dari pelatih-pelatih yang menguasai berbagai disiplin ilmu mutlak diperlukan. Pelatih yang baik adalah pelatih yang dapat memahami dan mengerti situasi dan kondisi dilapangan dan dalam melakukan proses melatih seorang pelatih sebaiknya menguasai ilmu kepelatihan tentang cabang olahraga yang digelutinya. Berdasarkan kenyataan di lapangan banyak ditemui pelatih karate yang sebagian dari mereka tidak mendalami ilmu kepelatihan cabang olahraga karate, hanya dengan modal pengalamannya sebagai mantan atlet, tetapi dapat membawa atletnya menjadi juara.
                   Namun terdapat juga pelatih yang mempunyai atau telah menempuh pendidikan formal ilmu kepelatihan tidak dapat menjadikan atletnya untuk meraih prestasi yang maksimal. Secara umum masih banyak pelatih maupun karateka yang beranggapan bahwa prestasi yang tinggi dapat dicapai apabila seorang karateka giat berlatih secara terus menerus. Kadang pelatih hanya memperhatikan pembinaan fisik dan keterampilannya semata dengan mengesampingkan atau kurang memberikan perhatian khusus terhadap hal-hal yang menyangkut aspek lain, seperti; aspek Anatomi dan Fisiologi, aspek bakat dan keturunan, aspek antropologi, aspek mental dan psikologi, dan aspek lainnya sehingga mengakibatkan kurang optimalnya penampilan karateka  dalam suatu pertandingan. Artinya pelatih yang berbakat tidak hanyak menguasai ilmu melatih fisik, teknik, taktik, dan strategi saja tetapi harus juga menguasai ilmu-ilmu yang mendukung dalam menaikkan prestasi puncak atle. Disamping itu juga pelatih harus benar-benar memahami dan mengerti teknik-teknik dasar karate sampai hal terkecil agar atlet yang kita latih tidak salah dasar karena jika salah dasar maka selanjutnya atlet akan salah sehingga akan sulit mencapai prestasi puncaknya. Dari kenyataannya juga di dalam lapangan, pelatih juga tidak paham akan pentingnya program latihan dengan menyusun program latihan, latihan akan maksimal karena sudah di rancang sebelumnya, karena latihan tidak asal-asalan, tidak asal jadi. Sehingga tidak heran lagi, sewaktu latihan para pelatih tidak memiliki program latihan yang tertulis. Dan banyak lagi kelemahan-kelemahan yang ditemukan dilapangan sewaktu melatih seperti misalnya; nama-nama gerakan atau dasar-dasar karate (Jepang) dan apa itu tugas, peran, dan fungsi pelatih.
                   Sehingga penulis membagi-bagikannya ke dalam BAB per BAB agar mudah di baca oleh. Pada BAB I di ceritakan apa itu karate, sejarah karate dan sejarahnya sampai ada di Indonesia, dasar-dasar tehnik karate, peraturan pertandingan kata dan kumite,  prinsip karate, berbagai tehnik dan metode melatih fisik, kelincahan, dan kecepatan pukulan, tendangan, dan kumite, serta norma-normanya. Pada BAB II di jelaskan mengenai pengertian pelatih, falsafah, tugas, peran, kepribadian pelatih, dan gaya-gaya pelatih, dan di jelaskan secara singkat ilmu-ilmu yang mendukung seorang pelatih, seperti; ilmu Anatomi, ilmu Antropologi Olahraga, ilmu Psikologi Olahrga, ilmu Gizi, dan ilmu Faal. Pada BAB III akan dijelaskan secara mendeteil apa-apa saja ilmu-ilmu yang mendukung seorang pelatih itu artinya pelatih akan tidak berprestasi jika hanya menguasai tehnik-taktik dan strategi saja tetapi perlu juga ilmu-ilmu lain yang mendukung kesana ditambah dengan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pelatih. Pada BAB IV dijelaskan bagaimana memilih bibit atlet, menyusun program latihan mulai dari sebelum pemanasan sampai dengan Evaluasi, dan ditambah dengan latihan-latihan yang bisa dilakukan dirumah. Pada BAB V dijelaskan bagaimana latihan relaksasi dan visualisasi itu, dan motivasi-motivasi bagi atlet dan pelatih ditambah dengan ilmu-ilmu umum yang perlu di ketahui oleh pelatih dan atlet maupun oleh pembaca.



Sumber: http://tokohbook.blogspot.com/2014/04/buku-karate.html

Baca Selengkapnya ....

Buku Kriteria Gyaku Tsuki dan Kizami Tsuki

Posted by Berman HS 0 komentar


Jual Buku Karate
Menjual Buku Karate
Menjual Buku Beladiri
Menjual Buku Olahraga Beladiri Karate
Norma Karate
Norma Pukulan Karate
Norma Tendangan Karate
Norma Maegeri, mawashi geri
Norma gyaku dan kizhame
Norma gyaku tsuki 
Norma Kizhame Tzuki
Norma Keterampilan Karate
Norma Steping karate
Cara Membuat program latihan karate
Cara membuat butir-butir angket kecemasan atlet/olahraga
latihan psikologi untuk atlet karate
latihan visualisasi untuk atlet karate
latihan relaksasi untuk atlet karate 
Buku Teknik-Taktik dan strategi Karate
Buku Psikologi Karate 
Buku Melatih Strategi Kumite Karate
Buku Melatih Teknik Taktik Kumite 
Kriteria Karate
Kriteria Tendangan Karate
Kriteria Pukulan Karate
Kriteria Maegeri Karate
Kriteria Mawashi Geri Karate
Kriteria Gyaku Tsuki
Kriteria Kizhame Tsuki
Buku Kriteria Gyaku Tsuki  dan Kezame Tsuki
Kriteria Giaku
Kriteria Kijame
Kriteria Kizame Tsuki


Semuanya ada di Buku Ini




Sinopsis

Pencapaian suatu prestasi memerlukan proses latihan yang panjang, teratur, terarah dan berkesinambungan. Dimulai dengan menemukan bibit atlet berbakat dalam hal ini adalah atlet karate dan kemudian dibina melalui latihan yang teratur, terarah, terencana dan dengan penguasaan aspek fisik teknik, taktik, dan mental. Untuk melahirkan seorang juara tidak dapat terlepas dari peran seorang pelatih. Atlet yang berbakat sejak lahir atau pembawaan merupakan modal dasar lahirnya seorang juara, namun atlet tidaklah cukup hanya bermodalkan bakat, akan tetapi bantuan dari pelatih-pelatih yang menguasai berbagai disiplin ilmu mutlak diperlukan. Pelatih yang baik adalah pelatih yang dapat memahami dan mengerti situasi dan kondisi dilapangan dan dalam melakukan proses melatih seorang pelatih sebaiknya menguasai ilmu kepelatihan tentang cabang olahraga yang digelutinya. Berdasarkan kenyataan di lapangan banyak ditemui pelatih karate yang sebagian dari mereka tidak mendalami ilmu kepelatihan cabang olahraga karate, hanya dengan modal pengalamannya sebagai mantan atlet, tetapi dapat membawa atletnya menjadi juara.
                   Namun terdapat juga pelatih yang mempunyai atau telah menempuh pendidikan formal ilmu kepelatihan tidak dapat menjadikan atletnya untuk meraih prestasi yang maksimal. Secara umum masih banyak pelatih maupun karateka yang beranggapan bahwa prestasi yang tinggi dapat dicapai apabila seorang karateka giat berlatih secara terus menerus. Kadang pelatih hanya memperhatikan pembinaan fisik dan keterampilannya semata dengan mengesampingkan atau kurang memberikan perhatian khusus terhadap hal-hal yang menyangkut aspek lain, seperti; aspek Anatomi dan Fisiologi, aspek bakat dan keturunan, aspek antropologi, aspek mental dan psikologi, dan aspek lainnya sehingga mengakibatkan kurang optimalnya penampilan karateka  dalam suatu pertandingan. Artinya pelatih yang berbakat tidak hanyak menguasai ilmu melatih fisik, teknik, taktik, dan strategi saja tetapi harus juga menguasai ilmu-ilmu yang mendukung dalam menaikkan prestasi puncak atle. Disamping itu juga pelatih harus benar-benar memahami dan mengerti teknik-teknik dasar karate sampai hal terkecil agar atlet yang kita latih tidak salah dasar karena jika salah dasar maka selanjutnya atlet akan salah sehingga akan sulit mencapai prestasi puncaknya. Dari kenyataannya juga di dalam lapangan, pelatih juga tidak paham akan pentingnya program latihan dengan menyusun program latihan, latihan akan maksimal karena sudah di rancang sebelumnya, karena latihan tidak asal-asalan, tidak asal jadi. Sehingga tidak heran lagi, sewaktu latihan para pelatih tidak memiliki program latihan yang tertulis. Dan banyak lagi kelemahan-kelemahan yang ditemukan dilapangan sewaktu melatih seperti misalnya; nama-nama gerakan atau dasar-dasar karate (Jepang) dan apa itu tugas, peran, dan fungsi pelatih.
                   Sehingga penulis membagi-bagikannya ke dalam BAB per BAB agar mudah di baca oleh. Pada BAB I di ceritakan apa itu karate, sejarah karate dan sejarahnya sampai ada di Indonesia, dasar-dasar tehnik karate, peraturan pertandingan kata dan kumite,  prinsip karate, berbagai tehnik dan metode melatih fisik, kelincahan, dan kecepatan pukulan, tendangan, dan kumite, serta norma-normanya. Pada BAB II di jelaskan mengenai pengertian pelatih, falsafah, tugas, peran, kepribadian pelatih, dan gaya-gaya pelatih, dan di jelaskan secara singkat ilmu-ilmu yang mendukung seorang pelatih, seperti; ilmu Anatomi, ilmu Antropologi Olahraga, ilmu Psikologi Olahrga, ilmu Gizi, dan ilmu Faal. Pada BAB III akan dijelaskan secara mendeteil apa-apa saja ilmu-ilmu yang mendukung seorang pelatih itu artinya pelatih akan tidak berprestasi jika hanya menguasai tehnik-taktik dan strategi saja tetapi perlu juga ilmu-ilmu lain yang mendukung kesana ditambah dengan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pelatih. Pada BAB IV dijelaskan bagaimana memilih bibit atlet, menyusun program latihan mulai dari sebelum pemanasan sampai dengan Evaluasi, dan ditambah dengan latihan-latihan yang bisa dilakukan dirumah. Pada BAB V dijelaskan bagaimana latihan relaksasi dan visualisasi itu, dan motivasi-motivasi bagi atlet dan pelatih ditambah dengan ilmu-ilmu umum yang perlu di ketahui oleh pelatih dan atlet maupun oleh pembaca.



Sumber: http://tokohbook.blogspot.com/2014/04/buku-karate.html
             http://tokohbook.blogspot.com/2014/04/menjual-rpp-dan-silabus-sd-kurikulum_18.html

Baca Selengkapnya ....
Ricky Pratama support Eva's Blog - Original design by Bamz | Copyright of TOKO BUKU ONLINE.

Kursor

The Alien

Bintang

Like fb 2

Please Bantu Saya, Like This !!!

×

Powered By Blogger Widget and Get This Widget

Like fb 1